BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI #6
BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI
A. Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran
Lokasi yang strategis akan menjadi
salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen.
Pemilihan lokasi berdasarkan jarak yang dekat atau jauh akan mempengaruhi biaya
produksi. Hal ini dikarenakan apabila bahan baku produksi jauh dari tempat
produksi maka ada biaya tambahan untuk pengangkutan bahan baku terbsebut.
Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya
pemasaran. Pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa
faktor, yaitu:
·
Aksesibilitas,
yaitu kemudahan untuk dijangkau
·
Visibilitas,
yaitu kemudahan untuk dilihat.
·
Lalu
lintas, dalam hal ini ada dua hal yang perlu diperhatikan:
1. Banyaknya
orang yang lalu lalang bisa memberikan peluang yang besar terjadinya dorongan
untuk membeli.
2.
Kepadatan
dan kemacetan lalu lintas bisa menjadi hambatan.
·
Tempat
parkir yang luas dan aman
·
Ekspansi,
yaitu tersedianya tempat yang luas untuk perluasan dikemudian hari.
·
Lingkungan,
yaitu daerah sekitar yang mendukung jasa dan produk yangditawarkan.
·
Persaingan,
yaitu ada tidaknya pesaing sejenis di sekitar lokasi tersebut.
·
Peraturan
pemerintah
B. Kriteria Daerah Kinerja yang Positif Untuk Pemasaran
Berikut ini adalah beberapa faktor penting yang sebaiknya harus Anda
perhatikan, sebagai bahan pertimbangan dari strategi pemasaran dengan memilih
lokasi usaha yang tepat.
1.
Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha. Pemilihan lokasi usaha diusahakan dengan
kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Semakin tinggi tingkat kepadatan
penduduknya, maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari sebuah usaha.
2.
Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis. Besarnya pendapatan dari masyarakat
yang berada di sekitar lokasi akan mempengaruhi bisnis. Tinggi rendahnya daya
beli para konsumen dapat dilihat dari rerata pendapatan konsumen, semakin
tinggi tingkat pendapatan maka daya beli semakin tinggi pula. Selain itu, daya
beli dapat dilihat dari sisi harga produk yang sesuai mahal atau murah).
3.
Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang
melewati toko. Lalu lintas lokasi usaha harus diperhatikan karena akn sangat
berpengaruh pada usaha. Perhatikan orang yang melewati toko dominan pejalan
kaki, sepeda motor atau mobil, sehingga bisa dilihat usaha apa yang cocok dan
dibutuhkan oleh orang yang lalulalang.
4.
Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut. Semakin banyak jenis usaha yang berada
di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga akan
semakin ramai. Apabila lokasi tersebut terdapat berbagai macam jenis usaha yang
telah menyediakan produk yang berbeda-beda pula, sehingga para konsumen akan
merasa lebih tertarik untuk datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam
usaha.
5.
Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan Anda pilih. Kenutuhan dana akan di butuhkan
untuk tempat sewa toko, sehingga dana menyesuaikan lokasi toko ada dimana.
Tentukan lokasi toko dengan menyesuaikan dana anda dan melihat keramaian dari
konsumen.
6.
Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya
sangat rendah. Apabila di lokasi tersebut sudah banyak pengusaha dengan bisnis yang
sejenis dengan usaha yang anda jalani, maka sebaiknya lokasi seperti ini sebisa
mungkin harus Anda hindari. Namun apabila Anda yakin karena posisinya yang
sangat strategis, Anda harus bersiap untuk bersaing dengan cara menciptakan
inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis
dengan Anda.
7.
Perhatikan juga akses menuju lokasi usaha Anda. Usahakan memilih lokasi yang cukup
mudah untuk di akses oleh para konsumen. Jika memang memungkinkan, pilihlah
lokasi usaha yang sering dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak
memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi bisnis Anda.
8.
Tingkat keamanan yang sangat mendukung. Lokasi usaha yang aman juga akan
semakin menambah kenyamanan dari para konsumen untuk membeli. Mereka tidak akan
merasa ragu untuk meninggalkan kendaraan mereka di tempat-tempat parkir, dan
bisa meninkmati pelayanan dari bisnis Anda dengan merasa nyaman.
9.
Selalu memperhatikan kebersihan dari lokasi bisnis. Konsumen akan merasa risih untuk
mengunjungi sebuah toko, warung maupun sebuah outlet yang berada pada
lingkungan kotor, kumuh, dan jorok. Mereka akan merasa ragu untuk membeli
produk-produk Anda
C. Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran
Syarat-syarat dalam penerapan
K3 (Keselamtan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja terdapat dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja pasal 3. Pada pasal tersebut disebutkan 18 syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya
sebagai berikut :
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja.
2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
3. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan.
4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.
7. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyebaran suhu,
kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan dan getaran.
8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan
keracunan.
9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
12. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.
13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara dan proses kerja.
14. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan manusia,
binatang, tanaman dan barang.
15. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.
16. Mengamankan dan memperlancar bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang
17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.
18. Menyesuaikan dan menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang
resikonya bertambah tinggi.
D. Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi
Distribusi adalah salah satu dari
kegiatan ekonomi dalam penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Sementara saluran distribusi adalah saluran yang menjadi sarana produsen buat
menyalurkan barang atau jasa ke konsumen. Peranan dari proses inilah yang
sangat penting dalam kegiatan perdagangan.
Produk industri manufactur dalam place disebut sebagai saluran distribusi,
sedangkan untuk produk industri jasa, place disebut sebagai tempat pelayanan
jasa. Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan saluran
distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa
kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis.
Fungsi utama saluran distribusi adalah
menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, maka perusahaan dalam
melaksanakan dan menentukan saluran distribusi harus melakukan pertimbangan
yang baik. Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi yaitu:
1. Information, yaitu mengumpulkan informasi penting
tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.
2. Promotion, yaitu pengembangan dan penyebaran
komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.
3. Negotiation, yaitu mencoba untuk menyepakati
harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan perpindahan hak pemilikan.
4. Ordering, yaitu pihak distributor memesan
barang kepada perusahaan.
5. Payment, yaitu pembeli membayar tagihan
kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.
6. Title, yaitu perpindahan kepemilikan barang
dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi / orang lain.
7. Physical Possesion, yaitu mengangkut dan menyimpan
barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke
konsumen akhir.
8. Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana
untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
9. Risk Taking, yaitu menanggung resiko sehubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.
E. Tipe-Tipe Distribusi
Saluran distribusi pemasaran dibagi menjadi dua yaitu saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Berikut penjelasan mengenai jenis saluran distribusi:
1. Saluran Distribusi Langsung (Produsen – Konsumen)
Saluran Distribusi Langsung atau kadang disebut juga dengan Saluran Tingkat Nol (Zero Level Channel) adalah saluran distribusi yang tidak memiliki tingkat perantara. Dalam kerangka kerja ini, produsen menjual barang dagangannya langsung ke pelanggan tanpa menggunakan perantara sama sekali. Contoh saluran level nol adalah toko outlet pabrik. Banyak perusahaan penyedia layanan (jasa) seperti perusahaan liburan juga memasarkan langsung ke konsumen tanpa menggunakan perantara ritel tradisional seperti agen perjalanan.
2. Saluran Distribusi Tidak Langsung
Saluran ini adalah
ketika produsen melibatkan perantara untuk menjual produknya kepada pelanggan
akhir. Saluran tidak langsung dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
- Saluran Satu Tingkat (One Level Channel) Produsen – Pengecer – Konsumen
Saluran satu tingkat berisi satu perantara penjualan yaitu pihak pengecer (retailer). Pengecer membeli produk dari produsen dan kemudian menjualnya kepada pelanggan. Saluran distribusi satu tingkat berfungsi paling baik bagi produsen yang bergerak di bidang barang belanjaan seperti pakaian, sepatu, perabot rumah tangga, mainan dan sebaginya.
- Saluran Dua Tingkat (Two Level Channel) Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Pedagang besar atau grosir membeli produk dalam skala besar dari produsen, kemudian membaginya menjadi paket-paket kecil dan menjualnya kepada pengecer. Pengecer menjual kembali produk-produk tersebut kepada pelanggan akhir atau konsumen. Barang yang tahan lama, terstandarisasi dan agak murah pada umumnya menggunakan saluran distribusi dua tingkat.
- Saluran Tiga Tingkat (Three Level Channel) Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Pelanggan
Saluran distribusi tiga tingkat melibatkan agen
selain pedagang grosir dan pengecer yang membantu dalam penjualan produk. Agen tersebut
berguna ketika suatu produk perlu bergerak cepat ke pasar dengan segera setelah
pesanan ditempatkan. Agen mendapat tanggung jawab untuk menangani distribusi
produk di wilayah atau kabupaten tertentu dengan imbalan komisi persentase
tertentu. Agen tersebut dapat dikategorikan menjadi super stockiest serta agen
pembawa dan penerusan.
F. Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi
Evaluasi terhadap stretegi yang telah
di tentukan dalam saluran pemasaran harap dilakukan untuk mengetahui apakah
saluran tersebut efektif atau tidak. Pelaksanaan evaluasi pada strategi ini,
maka ada beberapa criteria yang harus diperhatikan yaitu:
a.
Biaya
distribusi
b.
Cakupan
pasar (penetrasi)
c.
Layanan
pelanggan (Customer Service)
d.
Komunikasi
e.
Dukungan
Strategi pengendalian saluran
distribusi (channel control strategy) adalah menguasai anggota dalam saluran
distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah
pencapaian tujuan bersama. Jenis-jenis strategi pengendalian saluran yang biasa
digunakan antara lain:
a. Vertical Marketing System (VMS) yaitu Jaringan yang dikelola secara
terpusat dan profesional, yang sejak awal untuk mencapai penghematan dalam
operasi dan hasil pemasaran yang maksimal, atau dengan kata lain VMS adalah
jaringan yang rasional dan promosi melaui integrasi koordinasi dan sinkronisasi
aliran pemasaran dari produsen ke konsumen. Ada jenis VMS, yaitu
1.
Corporate
VMS yaitu jaringan yang terbentuk jika para anggota saluran ditingkat
distribusi yang berbeda dengan memiliki dan mengoperasikan oleh satu perusahaan.
2.
Administrasi
VMS yaitu suatu jaringan yang kegiatan pemasarannya terkoordinir dalam suatu
program yang disusun oleh satu atau beberapa perusahaan, dimana perusahaan yang
bersangkutan tidak berstatus sebagai pemilik keseluruhan jaringan.
3.
Contractual
VMS yaitu suatu jaringan yang terdiri dari anggota saluran independen yang
mengintegrasikan beberapa program pemasarannya dalam perjanjian (kontrak) untuk
mencapai penghematan atau hasil pemasaran.
b. Horizon Marketing System (HMS) merupakan jaringan yang terbentuk
apabila beberapa perusahan perantara yang tidak menggabungkan sumberdaya dan
program pemasarannya yang berguna dalam memanfaatkan peluang pasar yang ada
namun masih dibawah satu manajemen. Hal ini dilakukan karena masing-masing
perusahaan tidak memiliki beberapa sumber modal, pengetahuan, produksi dan
pemasaran untuk menjalankan usaha sendiri.
G. Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi
Konsep sistem pada distribusi
mensyaratakan adanya kerja sama antar saluran. Namun, di dalam saluran selalu
timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran
sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan
vertikal berikut ini:
a. Konflik Horizontal. Konflik ini terjadi di antara para
perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:
1. Konflik
antar perantara yang menjual barang sejenis (contoh: toko komputer versus toko
komputer).
2. Konflik
antar peranta yang menjual barang yang berbeda (contoh: toko komputer versus
toko peralatan elektronik). Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang
memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.
b.
Konflik Vertikal Konflik ini terjadi antar anggota
saluran distribusi dan terdiri dari:
1. Konflik
antara produsen dan pedagang grosir (contoh: produsen langsung menjual ke
pengecer).
2. Konflik antara produsen dan pengecer (contoh: independent retailer versus producer-owned retail store) Sumber konflik umumnya adalah ketidak samaan tujuan, hak dan perananyang tidak jelas, berbeda persepsi, dan sangat besarnya ketergantungan perantara kepada produsen.
Nama: Miraty Segundary Fajariyah
NIM: 180321100082
Kelas: Manajemen Pemasaran A
Comments
Post a Comment