Sabun dari Minyak jelantah


Nama: Miraty Segundary Fajariya 
NIM: 180321100082 
Shift: B_1

 

LatarBelakang

Minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Baik sebagai media penggorengan dan untuk memasak makanan sehari-hari. Dalam sehari-harinya, pemakaian minyak goreng baik untuk memasak sehari-hari atau dalam kegiatan industri semakin meningkat. Hal ini dikarenakan minyak goreng sangat mudah untuk didapatkan baik di pasar tradisional maupun di pasar swalayan serta harga yang cukup murah dan bervariasi yang menjadikan minyak goreng sebagai bahan pangan yang hampir tidak bisa lepas dalam kebutuhan sehari-hari. Minyak goreng merupakan salah satu bentuk dari minyak nabati, berupa senyawa gliserida dari berbagai asam lemak yang ada dalam gliserida itu sendiri. Dalam teknologi makanan, minyak dan lemak memegang peranan penting karena minyak dan lemak memilliki titik didih yang tinggi (sekitar 200°C) maka biasa dipergunakan untuk menggoreng makanan sehingga bahan yang digorengakan kehilangan sebagian besar air yang dikandungannya dan menjadi kering. Minyak dan lemak juga memberi rasa gurih spesifik minyak yang lain dari gurihnya protein dan memberi aroma spesifik
Minyak sisa penggorengan makanan disebut minyak jelantah. Minyak jelantah banyak mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik yang terbentuk selama proses penggorengan sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. Selain berbahaya untuk kesehatan, minyak goreng bekas juga bisa menjadi limbah yang dapat merusak kelestarian lingkungan jika langsung dibuang tanpa adanya pengolahan. Sehingga perlu adanya alternatif pengolahan minyak goreng bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis. Beberapa cara telah dilakukan seperti mengolah minyak goreng bekas menjadi bahan bakar alternatif seperti biodiesel atau mengolahnya menjadi bahan baku pembuatan sabun. Minyak goreng bekas diolah menjadi sabun lunak melalui reaksi saponifikasi dimana hidrolisis asam lemak menjadi asam lemak dan gliserol dalam KOH sampai terhidrolisis sempurna. Minyak goreng bekas dapat diolah menjadi sabun mandi organik dengan penambahan abu kulit buah kapuk randu atau soda qie. Sebelum diolah menjadi sabun, maka minyak goreng bekas dimurnikan terlebih dahulu agar bau tengik dan warnanya hilang.
Sabun batang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Sebab sebagian besar masyarakat menggunakan sabun batang untuk membersihkan badan. Hal ini dikarenakan sabun batang harganya relatif lebih murah dan mudah didapat. Akan tetapi sabun batang memiliki kelemahan dari sisi penggunaan bersama dan suli tuntuk dibawa kemana-mana. Tetapi dalam hal pemakaian pribadi di rumah, sabun batang mungkin sangat tepat untuk digunakan
Selain itu, pembuatan sabun batang dengan ekstrak melati dikarenakan adanya keuntungan-keuntungan yang bisa didapatkan dari komoditi ini. Di kabupaten Bangkalan provinsi Jawa Timur merupakan sentra melati. Kabupaten Bangkalan menghasilkan komoditi Melati Ratoh Ebuh dan terpilih sebagai salah satu tanaman hias unggulan Jawa Timur dengan areal terluas didesa Tunjung, Kecamatan Burneh. Keunggulan dari melati Rato Ebuh ini memiliki aroma yang menyengat dibandingkan dengan jenis melati lainnya.
Dari pemaparan diatas kami menawarkan sebuah produk baru “BUNJESTI  Rato Ebuh” yaitu sabun mandi yang terbuat dari minyak jelantah dengan ekstrak melati Rato Ebuh. Hal yang lebih mendukung dalam pembuatan sabun ini adalah inovasi produk sabun dengan tambahan ekstrak melati Rato Ebuh yang belum ada di pasaran, keunggulan lain adalah menggunakan bahan sisa penggorengan dengan tambahan bahan alami yaitu ekstrak melati Rato Ebuh, selain itu jika dilihat dari peluang usaha, produksi “BUNJESTI Rato Ebuh” mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan di kabupaten malang dan Kota batu serta dapat memperoleh profit yang besar.

Comments