Cerita Awal Masuk Kampus

Nama: Miraty Segundary Fajariyah
NIM: 180321100082
Shif: B_1

Cerita Awal Masuk Kampus



Setelah saya lulus SMA saya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Saya mendaftar jalur SBMPTN di Universitas Trunojoyo Madura. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT saya lulus jalus SBMPTN di Universitas Trunojoyo Madura di fakultas pertanian jenjang S-1 Agribisnis. Saya bersyukur sekali masuk di Universitas Trunojoyo Madura karena universitas ini masih satu kabupaten dengan rumah saya. Tetapi letaknya tidak dekat dengan rumah saya sehingga saya memutuskan untuk kos. Saya sekamar dengan teman SMA dulu yang untungnya sudah akrab. Dan dia ternyata juga berada di fakultas yang sama dengan saya akan tetapi, berbeda prodi.

Ketika mendapat kabar saya di terima awalnya saya sangat bingung sehingga muncul banyak pertanyaan di pikiran saya. Kuliah itu gimana sih? Nanti ospeknya gimana? Kuliah itu sama apa gak dengan SMA? Pertanyaan itu mulai terjawab ketika hari pertama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus dimulai. Sebelum dimulai sudah di bentuk kelompok universitas. Saya masuk di kelompok 64 dengan nama Bindang dengan Lo kakak tingkat yang sangat cantik. Saya memanggilnya kak Dina. Dia sangat sabar menghadapi kita yang berjumlah banyak. Saya menemukan keluarga pertama di Universitas Trunojoyo Madura

Hari pertama ospek dimulai. Awalnya saya merasa bingung layaknya orang asing yang baru masuk kampus. Saya mencari kelompok bindang di kerumunan orang. Kita berbaris rapi dan membawa penugasan yang sudah di beritahukan. Sektika sunyi senyap ketika para kakak tingkat yang berteriak dari kejauhan. Saya  bertanya-tanya apa yang terjadi. Saya mengingat ucapan saudara saya bahwa ospek itu tidak semudah SMA, banyak hal baru yang harus kamu ketahui. Ternyata  ini hal baru yang harus kuketahui  satu hari kulalui dengan semangat. Hari kedua aku mulai mengetahui siapa kakak kakak tingkat yang berbicara dengan nada tinggi(berteriak) mereka adalah KPK( komisi penegak kedisiplinan). Hari kedua ini semua mahasiswa baru menjahit bendera(digabungkan) dengan bendera lainnya sehingga membentuk bendera panjang. Bendera panjang itu dibentangkan sehingga mendapatkan muri sebagai bendera terpanjang yang di kibarkan. Hari-hari terlewati dengan tersenyum semangat sehingga sampai di hari terakhir ospek Universitas. Hari terakhir merupakan perpisahan dengan teman satu kelompok karena kita berpindah ke ospek selanjutnya yang banyak dikatakan orang bahwa ospek fakultas lebih menyeramkan.

Penjemputan ke ospek fakultas di mulai. Sudah mulai terasa betapa kerasnya di ospek fakultas dari awal penjemputan. Tidak sampai di situ saja, dari sekian banyak mahasiswa baru di fakultas pertanian  kita harus mencari nama kelompok baru yang tersebar di mading. Semua maba berebut karena kita harus mengetahui kelompok kita hanya dalam beberapa menit.  Berebut, desak-desakan, lelah, letih akhirnya saya mengetahui kelompok berapa. Saya mendapat keluarga baru lagi. Di ospek fakultas semuanya terdiam sunyi karena kakak kakak TT lebih parah dan nada yang digunakan lebih tinggi. Namun itu belum dimulai, keesokan harinya, saya terlambat karena kesiangan sama seperti dengan teman sekamar saya. Waktu menunjukkan pukul 06.35  WIB harusnya berkumpul pukul  05.00 WIB. Itu semua terjadi karena pada malam harinya saya berkumpul dengan kelompok saya untuk mempersiapkan barang yang di bawa, dan itu selesai sangat malam sampai jam 23.40 WIB. Sampai di kos saya tidak langsung tidur karena harus mengerkan tugas individu yang harus di bawa besok sampai pukul 02.00 pagi baru saya bisa tidur.  Saya sangat panik harus bagaimana, langsung ke kamar mandi gosok gigi, cuci muka dan tidak mandi. Karena kampus dan kos jaraknya jauh dan tidak boleh membawa motor saya minta anter ke mbak kos yang ada di kos. Saya merasa sangat dan benar benar ketakutan. Tempat yang di gunakan sebagai tempat berkumpul itu sudah sepi, tetapi tersisa dua orang TT yang siap menghukum saya dan teman saya. Pertanyaan muncul dari kakak TT saya menjawab pasrah sesuai kenyataan. Setelah sekian lama akhirnya saya diberangkatkan menuju tempat yang lain berkumpul akan tetapi saya berada di barisan yang telat. Kami semua di jemur di panas  pagi hari yang sangat menyengat. Dan pada akhirnya kita semua di pindahkan kedalam ruangan mendengarkan dosen-dosen di fakultas pertanian. Waktu menunjukkan untuk istirahat untuk makan siang. Ini juga hal yang tidak bisa terlupakan karena harus makan beralaskan 1 plastik yang di belah. Makanan dari beberapa orang dikumpulkan dan di campur menjadi satu. Lalu harus di habiskan itu hal yang tersulit yang harus saya lakukan dalam ospek ini. Hari kedua berjalan seperti biasa(dibentak-bentak) begitu juga hari ketiga. Ketika sampai di har ketiga itu benar-benar lega sekali. Tetapi masih ada prodi yang menunggu kedatangan mahasiswa baru Agribisnis. 

Penjemputan di mulai tetapi berbeda dari sebelumnya kita disambut dengan ramah dipersilahkan duduk di tempat yang dingin diberi air minum sungguh sangan lega hati ini. Saya senang karena saya berkumpul dengan keluarga yang akan bersama sama sampai lulus nanti. Pembacaan kelompok di mulai saya mendapat kelompok baru berjumlah 11 orang dengan 1 orang laki-laki sungguh tidak seimbang. Ternyata itu hanya pemanasan ospek dimulai esok harinya yang dinamakan pra diklat. Tidak selesai dengan pradiklat masih ada diklat yang sesungguhnya. Diklat akan dilaksanakan di luar kampus yaitu di Coban Rondo Malang. Bukannya aku senang malah aku takut karena akan lebih parah di bentak-bentak.

Sebelum diklat di mulai, hari pertama masuk kuliah di mulai terlebih dahulu. Perasaanku sangat senang awalnya saya masih bingung mencari kelas. Tapi kelas pertama dosen tidak datang. Tetapi saya sudah merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku perkuliahan(biasa saja). Lanjut ke kelas yang kedua dan dosen datang memperkenalkan diri mengajukan kontrak kuliah dan mulai memberi materi bahkan langsung di beri tugas. Karena dalam satu kelas masih belum sepenuhnya kenal semua masih canggung untuk saling menyapa satu sama lain.

Hari kedua, ketiga, berjalan dengan lancar sampai akhirnya di hati yang tidak ku nanti yaitu hari pemberangkatan untuk diklat yang biasa di sebut “Gempita”. Kami naik truk Tni untuk pergi ke coban rondo. Perjalanan yang melelahkan sebelum sampai di coban rondo kita berhenti di balijestro tempat perkebunan subtropis. Semuanya bersenang-senang disana memetik buah, berkeliling menikmati sejuknya kota Malang. Selama 4 hari di Coban Rondo banyak mengajarkan saya bagaimana sikap sopan santun, memperkokoh mental yang saya punya, berani berargumentasi di depan banyak orang, kekeluargaan, kebersamaan, kepemimpinan, solidaritas, semua ada di 4 hari itu. Gempita tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun. Setelah diklat gempita selesai masih ada rentetan lainnya. Setelah saya didiklat saya tergabung di Himagri(Himpunan Mahasiswa Agribisnis).



Singkat cerita, saya mulai aktif berkuliah mulai mengenal teman teman, tugas sudah mulai berjalan. Semuannya saya jalani dengan senyuman meskipun lelah dan tidur tengah malam setiap hari. Mulai mengikuti kegiatan yang ada di Himagri. Saya juga mengikuti UKM-F penalaran. Hari-hari yang saya jalani belum ada sebagian yang akan saya jalani di semester selanjutnya. Terimakasih.

Comments