PASAR EKSPOR

 

MENGEVALUASI POTENSI DAN PELUANG EKSPOR

A.    Konsep Keunggulan Kompetitif dari Produk

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan dalam kinerja yang memiliki tingkat jauh lebih tinggi dan unggul dibandingkan dengan kompetitor dalam industri sejenis melalui karakteristik dan sumber daya yang dikelola secara maksimal. Suatu perusahaan dikatakan memiliki keunggulan jika mempunyai karakteristik, seperti kompetensi khusus, misalnya memiliki mutu yang baik, mempunyai saluran distribusi yang lebih lancar, penyerahan produk yang lebih cepat dan memiliki merek produk yang terkenal. Selain itu, perusahaan harus mempunyai sumber daya manusia dan sosial yang kuat, serta pengetahuan yang luas, sehingga dapat bersaing tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga di pasar internasional. Perusahaan yang beroperasi di pasar internasional akan lebih inovatif, sehingga perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan citra dari sebuah perusahaan. Keunggulan kompetitif dalam perekonomian digital semakin lebih penting daripada perekonomian pada umumnya. Perekonoman digital tidak akan mengubah bisnis inti suatu peusahaan karena teknologgi internet hanya menawarkan alat yang meningkatkan keberhasilan perusahaan melalui sumber-sumber keunggulan kompetitif seperti biaya rendah, layanan pelanggan yang baik, manajemen rantai pasokan

Menurut Lestari (2019) terdapat tolak ukur agar mengetahui perusahaan memiliki keunggulan kompetitif, yaitu:

1.      Keunikan produk. Keunikan dari sebuah produk perusahaan dapat menjadi ciri khas yang membedakan dengan produk lainya yang terdapat di pasaran.

2.      Kualitas produk. Keunggulan dari kualitas produk yang berhasil diciptakan oleh perusahaan.

3.      Harga bersaing. Ciri ini dapat menjadi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan produk dengan harga yang mampu bersaing di pasaran.

4.      Penghematan biaya. Perusahaan dapat dikatakan memiliki keunggulan kompetitif jika melakukan penghematan biaya yang lebih besar dari pesaingnya

B.     Ciri-Ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan Permintaan dan Penawaran

Besar kecilnya suatu pasar dilihat dari jumlah pembeli yang ada pada pasar tersebut. Pembeli yang potensial itu mempunyai tiga karakteristik pokok, yaitu minat, penghasilan dan akses. Berdasarkan ketiga karakteristik yang dimiliki pembeli potensial tersebut, maka ada lima level definisi pasar, yaitu:

1.      Pasar potensi (potential market), pasar ini dapat didefinisikan oleh sekumpulan orang (konsumen) yang mempunyai keinginan atau minat tertentu terhadap penawaran pasar tertentu. Misalnya semua orang yang menyatakan keinginan (minatnya) untuk membeli sebuah mobil.

2.      Pasar yang tersedia (available market), diartikan sebagai sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, akses dan penghasilan terhadap pasar tertentu. dalam pasar ini konsumen sanggup tau punya kemampuan (daya beli) untuk membeli mobil.

3.      Pasar tersedia yang memenuhi syarat (qualified available market), yaitu sekumpulan pembeli yang mempunyai minat, akses, penghasilan dan kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu.

4.      Pasar yang dilayani (served market atau terget market) yaitu pasar yang meruapakan bagian dari pasar tersedia yang memenuhi syarat yang ingin dimasuki oleh sebuah perusahaan. Misalnya, saat produsen mobil memutuskan untuk memusatkan perhatian pemasarannya dan distribusinya di Jakarta, maka Jakarta menjadi pasar yang dilayani.

5.      Pasar penetrasi (penetrated market), yaitu sekumpulan konsumen (pembeli) yang benar-benar telah membeli produk. Jadi dalam hal ini yang termasuk dalam pasar penetrasi adalah mereka (konsumen) yang telah sungguh-sungguh membeli mobil produsen tersebut.

Dalam melakukan analisis pasar yang pontesial harus melakukan pendekatan penawaran dan pendekatan permintan dari dari suatu produk. Dibawah ini merupakan penjelasan mengenai pendekatan permintaan dan pendekatan penawaran.

a)      Pendekatan Permintaan

Pendekatan permintaan adalah suatu analisis yang menekankan pada kebutuhan manusia yang sampai saat ini belum sepenuhnya terpenuhi atau sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di pedesaan membeli barang atau produk dikota. Hal ini diartikan bahwa, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal. Jadi, di desa ini terdapat peluang usaha untuk menyediakan pakaian sesuai kebutuhan masyarakat desa. Melalui pendekatan permintaan dapat mengetahui jumlah permintaan terhadap produk atau jasa yang meliputi, sasaran konsumen, jumlah konsumen, jumlah kebutuhan, dan total kebutuhan pertahun.

b)     Pendekatan Penawaran

Pendekatan penawaran dimulai dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk atau barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing. Dengan kualitas genteng yang bersaing tersebut, dapat dilihat minat konsumen untuk membeli genteng yang lebih mahal dengan kualitas sama atau membeli genteng yang harganya sama dengan kualitas yang baik.

C.    Strategi Menentukan Ceruk Pasar

Pasar ceruk (niche market) adalah segmen spesifik dan kecil dari sebuah pasar dengan lebih sedikit pesaing daripada pasar secara keseluruhan. Segmen ini terdiri dari sekelompok konsumen dengan karakteristik yang serupa. Mereka memiliki kebutuhan dan preferensi yang unik, yang mana membuat mereka berbeda dari konsumen di pasar pada umumnya. Misalnya, ceruk pasar yaitu Betadine menggunakan strategi ceruk pasar yang menjadi pemimpin obat luka dari pasar obat.

Ciri-ciri ceruk pasar yaitu (Handayani & Fathoni, 2019):

1.    Pelanggan dalam suatu ceruk memiliki kumpulan keutuhan yang berbeda.

2.    Bebrsedia membayar harga tambahan pada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan pelanggan.

3.    Ceruk terebut tidak mungkin menarik pesaing lain.

4.    Perusahaan pengisi ceruk mendapatkan penghematan tertentu karena spesialisasi.

5.    Ceruk memiliki ukuran, laba, dan potensi pertumbuhan yang memadai

Strategi ceruk pasar (niche market) adalah rencana bisnis yang fokus pada peluang usaha untuk menggapai satu kelompok konsumen dan satu segmen populasi yang terdefinisi dengan baik. Mulai dari kisaran harga, kualitas produksi yang sesuai dengan demografi target konsumen. Hal yang harus menjadi catatan bahwa terkadang ceruk pasar itu adalah buatan atau rekayasa dengan mengidentifikasi kebutuhan kelompok masyarakat tertentu.

Strategi menentukan Ceruk Pasar

Strategi yang digunakan dalam ceruk pasasrr yaitu dengan spesialisasi seperti berikut:

1.      Spesialisasi geografis

2.      Spesialisasi harga-kulitas

3.      Spesialisasi pelanggan

4.      Spesialisasi pelayanan

5.      Spesialisasi pemakai akhir

6.      Spesialisasi pesanan

7.      Spesialisasi prroduk atau lini produk

8.      Spesialisasi saluran

9.      Spesialisasi ukuran pelanggan

10.  Spesialisasi vertical

D.    Ciri-Ciri Produk Berpeluang untuk Ekspor

Untuk memasuki pasar internasional tentunya suatu perusahaan haruslah memiliki strategi pemasaran misalnya dengan menggunakan bauran pemasaran (marketing mix). Berikut merupakan ulasan mengenai strategi bauran mix yaitu:

a.       Strategi Produk

Produk dengan nilai jual yang tinggi harus memiliki kualitas baik dan juga harus memiliki keunikan tersendiri sehingga bisa menciptakan perbedaan yang menarik kosumen untuk membeli. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan adanya proses produksi produk yang jelas dari tangan para ahli di dalam bidangnya. Selain itu juga harus dilakukan pengecekan standar dan mutu kualitas produk. Produk yang dihasilkan juga harus sesuai dengan kebutuhan atau permintaan calon konsumen. Oleh karena itu, diperlukan adanya riset pasar secara internasional untuk mengetahui produk seperti apa yang disukai konsumen.

b.      Strategi Harga

Strategi harga merupakan hal penting dalam dunia pemasaran. Harga juga merupakan acuan bagi perusahaan untuk mengetahui suatu perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan serta berapa nilai untung atau rugi yang di peroleh. Penentuan harga harus benar benar dilakukan secara tepat apabila tidak maka produsen akan mengalami kerugian apabila harga yang ditetapkan terlalu mahal. Harga untuk produk yang terapkan pada ekspor harus mengikuti harga yang telah ada di pasar internasional agar konsumen mengetahui produk tersebut tidak dianggap barang yang murahan karna salah menentukan harga.

c.       Strategi Distribusi

Salah satu Strategi yang penting dilakukan lainnya adalah strategi distribusi, dengan adanya pendistribusian yang baik maka akan memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Bagi perusahaan bisa memilih kurir dan pelayanan yang berkualitas agar suatu produk tersebut dapat menembus pasar internasional.  Kurir haruslah dapat memberikan pelayanan yang memuaskan dan juga memiliki ketepatan waktu dalam proses pengiriman serta menjaga keaamanan produk sampai ke tangan konsumen.

d.      Strategi Promosi

Promosi merupakan bagian terpenting dari proses pemasaran, dikarenakan promosi merupakan langkah awal sekaligus dari pemasaran terjadi. Promosi bisa dilakukan menggunakan cara langsung yaitu menyebarkan katalog kepada calon konsumen atau menghubungi calon konsumen atau importir secara langsung. Disamping itu perusahaan juga harus bisa mendengarkan curhatan dari konsumen yang ingin berkonsultasi, sehingga akan terbentuk suatu hubungan baik antara perusahaan dengan konsumen.

Comments